Puisi 1

Dentingan itu perlahan mulai menurun,

Mata dan hati seakan tak berfokus,

Air mata menetes lembut,

Kapan puisi cinta itu berlanjut?

Jika tak ada pemeran dalam aksara,

Menyedihkan! 

Mengharukan!

Menyebalkan!

Dan…

Melodi pun kini tak lagi bersyair,

Hanya menggantung

Bak dikutuk penyihir

Alunan bahagia kini tak lagi hadir

Hanya Hampa mengalun lembut

Perlahan merubah rasa rindu 

Yang tak kunjung berhenti

Harus apa aku??
#Erindarindu

Rindu

Aku mengenalnya 5 tahun yang lalu dia kaka kelas ku, wajah nya begitu sejuk jika dipandang senyumnya menawan dan penuh romansa teka teki. Aku selalu mengingat kenangan itu saat bersama walau hanya sesaat dan mungkin hanya sebercik cerita. Dia sosok yang begitu cuek pada wanita, aku hanya bisa tersenyum mengingat kejadian itu. Saat dulu aku masih alay alay nya sehingga mungkin dia ilfil melihat ku. Aku mengingat nya lagi saat aku berlari mengejar nya dijalan dan dia hanya tersenyum tipis. Ah kenangan kau begitu menyebalkan! Selalu menghadirkan rindu jika mengingat nya.

Aku masih dengan posisi santai, mengingat momen momen dulu tahukah kamu aku rindu kamu yang dulu. Cuek tapi perhatian bukan seperti sekarang yang sangat sulit ku kabari. Yang sangat sulit untuk tanyakan. Mengapa jarak membuat mu seperti itu?  Aku tak meminta kamu menjadi kekasih ku sungguh. Aku hanya ingin bercerita banyak padamu, tentang hidupku sekarang, aku ingin mendengar kamu bercerita tentang dunia mu yang begitu sibuk. Dan percayalah aku tak ingin kau hilang dari hidupku…

-Erinda Rindu-

Cinta & Rahasia 4

Awan begitu pucat, hari ini tepat satu 10bulan aku dan Rania berpacaran. Yaa ini hari jadian kami, biasa nya aku ataupun Rania mengadakan kejutan kecil kecil lan entah pagi pagi Rania sudah ada dikosan ku dan menyiapkan masakan untuk ku, yaaa selalu begini kejutan di hari jadian kami. Seperti hari ini Rania begitu cantik dengan gaun merah maroon nya. Rambut nya ia kuncir rapih, bibir nya seakan tersenyum manis disetiap aku memandang. 

“Sayang selamat hari jadi kitaa” ucapku lembut

“Selamat hari jadi juga Arif kesayangan, aku bukan wanita yang sempurna, dan terimakasih kau masih bertahan dengan aku yang bawel”

Aku memeluknya erat, entah ucapannya tadi menusuk hati ku, mata nya meneteskan air mata. Dengan lembut ku usap air mata nya, 

“Rania kekasihku, aku bukan nathan yang romantis aku hanyalah Arif tukang lukis, penikmat senyum mu aku…”

“Tak usah kau lanjutkan omonganmu, kau dan aku selalu bersama aamin”

Rania memeluk ku lebih erat. Dan awan yang pucat berubah menjadi rintik hujan yang deras. Rania duduk diruang tivi dengan anak ibu kos ku, Rania memang suka anak kecil. Ku buka tirai kosan ku dan tunggu, aku lihat seseorang melihat kosan ku dari balik taksi dan kulihat samar samar dia memakai kacamata dan saat kulihat lagi tepat dugaan ku dia wanita berjilbab itu. Mau apa diaaa?! Dengus ku kesal! Apa dia teroris? Kuberanikan diri keluar pintu dan ku tatap wanita itu dengan wajah marah, memang aku marah untuk apa dia mengutit hidup ku? Kurang kerjaan! Tak lama kemudian taksu itu melaju dengan cepat, aneh.

Pukul 10.00 pagi aku dan Rania ke kampus dan tunggu aku baru sadar Rania memakai gaun merah maroon sama seperti Alika dulu, suka memakai gaun merah maroon,

“Sayang, kok tumben pake gaun?”

“Oh ini aku suka aja warna nya cantik kan padu dengan warna kulit ku”

“Iyaaaah apapun yang kau pakai kau cantik sayang jangan kau paksaan kalo gak suka gaun”

“Iyaaa sayang”

Ternyata Rania suka warna maroon sama seperti Alika. 

Aku duduk dengan Fatih sohibku dia ahli lukis dia sangat hebat dalam memadukan warna. 

“Rif tuh dosen kagak masuk apa?”

“Kagak kali”

“Eh bro gue mau curhat bro”

“Anjay lo, baru kuping gue denger lo mau curhat biasa nya lo acuh sama gue”

“Sorri bro gue sibuk”

“Sibuk pacaran lo”

“Hahaha, eh gue serius mau curhat”

“Apa emang”

“Janji bakal ngasih saran”

“Iyeee”

“Akhir akhir ini gue berasa diikutin seseorang bro, dia berkerudung, berkacatamata, dan mempunyai luka di bagian wajah, dia selalu pakai kerudung dan baju warna item kalo gak merah gue gak tau maksud dia apaaa”

“Apa jangan jangan dia itu fans lo kali”

“Kalo fans ya gak lah paling kalo fans minta foto kan? Hampir setiap hari dia ngikutin gue bro lo bantuin gue bro, lo satu satu nya sohib gue yang paling ngertiin gue bro”

“Oke gue bantuin lo, gue punya ide buat nangkap tuh cewe”

Akhir nya sepulang kampus aku dan Fatih ke kedai kopi yaaa kali ini fatih berencana mengintai si cewe itu dia bertindak seperti detektif. Aku duduk sendiri ditemani kopi sembari aku sms Rania aku ada urusan mendadak dan tidak bisa menemani pulang. Kulihat fatih duduk didekat bar kopi berdandan ala pelayan kopi, memang fatih menyamar sebagai pelayan di kafe untuk lebih jelas mendekati sicewe. Dan tak lama kemudian cewe itu datang dengan memakai baju warna hitam dan memakai masker. Wajah nya tertutupi masker tapi aku bisa yakin dialah wanita itu karena tas ia pakai aku kenal itu tas wanita tersebut. Kulihat fatih mendekati si cewe dan menaruh satu gelas ice capuccino. Dan tiba tiba seorang pelayan mendekati ku “mas disuruh bang fatih untuk mendekat akan dimulai mas” aku hanya mengangguk. Fatih masih didepan si cewe para pengunjung bayaran pun mulai keluar si cewe panik dan melihat ke arah ku kaget ia mencoba kabur tapi tangan fatih mencegah nya aku mendekat dengan sangat jengkel aku menatapnya.

“Lo gk bisa lari” bentak ku kasar. Dia masih diam dan menundukan kepala

“Siapa lo !!!!” Bentak ku “jawabbb!!! Lo mau apaaa!!! Hah!!!” Lo siapaa !!! Ulang ku berkali kali

Dia menangis tersedu sedu, aku merasa bersalah dan tunggu aroma parfum cewe ituuu aku kenal ! Perlahan dia membuka masker nya dan begitu terkejut nya aku diaaa Alikaa wanita yang kucintai dulu.

“Alikaa, sejak kapan kamu di Bandung?”

“Sudah lama rif, aku minta maaf rif. Aku tak bermaksud merusak hubungan kalian” air mata nya menetes. Mulutku terasa berat untuk berkata mengapa Alikaa??? Kalo bukan dia sudah ku maki maki. 

“Rif dulu setelah kejadian kita putus orang tua ku bangkrut. Dan tak lama dari itu kita satu keluarga seperti gelandangan dan akhirnya ayahku pergi meninggalkan aku dan ibuku, dan tak lama dari itu ibuku sakit sakitan dan akhirnya meninggal. Satu bulan setelah itu aku ingin menemui mu tapi aku tak berani saat itu aku bekerja di Bandung di pabrik sepatu dan tidak diduga pabrik itu kebakaran dan luka di wajah ku karena api kebakaran itu. Setelah itu aku benar benar ingin menemui mu tapi saat ku menemui mu. Kau sedang dengan wanita lain dan ternyata dia pacar baru mu..aku sengaja mengikuti mu karena aku rindu rif”

Hatiku seakan tak tega mendengar cerita nya, 

“Al, insyaallah aku bisa membantu mu agar hidup mu layak. Jangan pengangguran Al, mengikuti seperti ini”

“Maaf rif maaf”

“Yasudah pergilah, kau sudah bertemu dengan ku, kau sudah tak rindu kan. Aku minta tolong jangan kau ikuti aku dan Rania lagi”

Alika mengangguk, dan melesat pergi dengan suara tangis yang masih terngiyang ditelinga. “Maafkan aku Alika”batinku.

Malam ini aku dan Rania makan malam Rania begitu ceria dengan gaun maroon nya huuftt banyak sekali apa Rania gaun berwarna Maroon? 

“Sayang kenapa sih makai gaun maroon lagi?”

“Kamu bosen ya? Nanti aku ganti deh”

“Hey gak usahh”

“Ini gaun diberi kenalan ku”

“Siapa?”

“Namanya Arsela, dia kawan aku sekarang dia hijab jadi gaun ini buat aku kata nya gaun ini kesayangan dia”

Arsela??? 

“Dia punya luka gak ?”

“Iaa dia ada luka nya diwajahnya karena kebakaran di tempat kerja nya, kamu kenal?” 

“Gak sayang”

“Dia baik bangt sama aku”

“Lain kali hati2 sama orang baru, sayang”

“Iyaa tenang aja”
Arsela? Bukannya itu Singkatan Arif selamanya Alika yang dibuat Alika dulu? . Alika mau apa kamu mendekati Raniaa? Dan saat mataku tak sengaja melihat jendela kulihat Alika tepat jauh disebrang jalan, tersenyum padaku. 
                                           T A M A T

Cinta & Rahasia 3

Hari ini Rania sangat sibuk, katanya tugas musik nya menumpuk waktu luang nya untuk ku hanya sedikit, harus bagaimana lagi ? Aku tidak bisa memaksakan apapun. aku menikmati satu gelas es kopi di kantin kampus, entah saat sendiri seperti ini bayangan Alika datang, aku dan Alika 3 tahun berpacaran entah bayangan dia selalu datang walaupun pada saat itu juga aku sedang dengan Rania. Alika memang sangat cantik, anggun dan sangat manja dengan ku entah hal itu yang membuat ku tergila gila dengannya. Dulu kita bertemu saat masih SMA dia adalah perempuan tercantik di SMA dan aku makhluk dekil yang beruntung mendapatkan hati nya. Alika dan Rania sangat berbeda Rania tomboy, tapi cara ia tersenyum entah ada daya tarik apa membuat ku terlena. Aku mengetuk mengetuk kan bolpoin ku berulang ulang di meja, rambut ku semakin gondrong saja pikirku, ada niatan untuk ku cukur tapi aku malu dengan kawan kawan seni ku, hampir semua kawan semester ku memiliki rambut gondrong melebihi ku dan melebihi rambut Rania, berulang ulang Rania menyuruhku untuk memotong rambut, dan ku jawab santai “iya nanti sayang” 

Ada satu pesan di hp ku, dan ku baca ternyata Rania

“Maaf sayang gak bisa pulang bareng, ada tugas dari dosen. Aku pusing bgt sayang 😂 kamu baik baik ya sayang kamu”

Hemmm.. aku menghembuskan nafas ku, dan ku jawab pesan Rania

“Iya gapapa sayang. Kamu yang semangat dong sayang. Aku juga sayang bgt sama kamu” 

Aku kirim ke Rania, dan ku putuskan untuk meninggalkan kantin . Aku berjalan dengan santai menyusuri koridor kampus, hidupku memang begini jauh dari orang tua dan malas untuk bergaul, aku benci mereka yang menggosipkan tentang aku ataupun siapapun, pengangguran saja. Lebih baik dengan orang yang kita sayang yang benar benar nyata menerima kelemahan kita. Kuputuskan ke pameran lukisan di daerah Asia Afrika dengan modal kamera digital biasa untuk memotret beberapa lukisan untuk ku jadikan gallery ide ku saat ku melukis. Pameran disana ramai pengunjung yang berbondong bondong ingin memotret sama seperti ku. 

“Maaf mas”

Tiba tiba seorang wanita berjilbab dan berkacamata menabrak ku, 

“Iya gk papa”

Wanita tersebut melesat hilang dengan jejak nya yang secepat kilat. Aneeh pikirku. 

Pukul 4 sore aku pulang, langit entah kenapa mendadak mendung dan disertai hujan turun saat itu juga !  Aku berteduh di sebuah kedai kopi memesan satu kopi hitam, kenapa hujan segala! Batinku. Aku duduk dimeja dekat jendela menikmati rintik air hujan turun, begitu indah dan penuh romansa pikirku, aku tersenyum kecil. Aku memandang sekelilingku yang kebanyakan berpasangan tapi tunggu ada seorang wanita sendiri diujung kursi ia memainkan laptopnya, dia wanita yang menabrak ku dipameran, kerudung nya hitam dan kacamata seperti minus. Kupandangi lebih lekat tapi sial dia mengetahui ku sedang memandangi nya, kelihatannya dia benar benar alim. Aku berpura pura memainkan hp ku. Dan sesekali mencuri pandangan ke wanita itu. “Seperti nya aku pernah melihat tapi siapa” dan tak lama kemudian wanita itu pergi menerjang hujan. Pemberani ia batinku. Hujan reda pukul 5 sore, dan aku pulang.

Hari ini Rania ingin ditemani nonton bioskop katanya ada film baru, dan film nya romantis aku benci menonton film seperti orang bodoh pikirku sudah tau rekayasa masa ditonton? Hidup tak seindah film, tak seromantis film, batinku. Tapi apa boleh buat aku nurut menemani kekasihku.dia begitu menikmati film itu tangannya mengapit tanganku aku hanya bisa berpura pura menikmati walaupun ingin sekali keluar, setelah film nya selesai Rania memintaku untuk makan di Resto langganannya Rania memang punya selera yang tinggi, maklum dia anak orang kaya, akupun malu sebenarnya.

“Sayang gak suka makanan ini?” Tanya nya 

“Suka lah sayang, apalagi ditemani kamu kaya gini”

“Haha makan dong” dia menyuapi ku beberapa suap. 

Kami pulang sekitar pukul 3 sore, dan hujan turun lagi mengapa hujan akhir akhir ini turun disore hari seperti ini?menyebalkan. Aku dan Rania berteduh di halte bus. Kulihat Rania kedinginan mana tega lihat perempuan kedinginan seperti ini kudekap dia ku tatap mata nya, dia tersenyum manis. Saat ku sedang bersama Rania aku melihat wanita berjilbab itu lagi dia menatap ku nyaris melotot ada luka dibagian wajahnya ternyata luka ini yang membuat dia malu dipandang. “Astagdirullhaladzim” 

“Kenapa sayang?” 

“Ayo kita pulang” 

Dengan sangat terpaksa aku menobros hujan, sampai di kosan Rania, aku disuruh masuk untuk berteduh tapi ku tolak karena hari semakin sore. Aku berlari kencang menuju kosan ku, masih terbayang wajah wanita berjilbab itu. Mengerikan. 

Bersambung..

Cinta & Rahasia 2

“Rania siapa?” 

“Aku Rania Navilla fakultas seni musik, aku tahu kamu . Arif Nugraha fakultas seni lukis yang selalu juara perlombaan karya seni lukis tingkat universitas seni di Bandung. Salam kenal, kau kakak tingkat ku”

Aku hanya mematung melihat cewe aneh didepanku, mulut nya berbicara tak henti bertanya ini itu, tak satu pun pertanyaan nya yang ku jawab. Aku benci orang yang berpura pura baik lalu akan menyakiti. Dia memang terkesan tomboy, tidak seperti Alika yang anggun, rambut nya yang panjang ia ikat dengan berantakan, dia suka memakai jaket seperti ku. Dan aku tak pernah kenal dia sebelumnya.

“Hai kak Arif, apa kau tak suka aku berada didekat mu?” Tanya dia hari ini saat bertemu dikantin, aku tetap melanjutkan makan siang ku hari ini. Ku hiraukan dia. Tak lama kemudian dia pergi dan meninggalkan secarik kertas yang berisi, “aku tau kau mungkin ilfeel melihatku yg sok kenal, tapi percayalah. Aku ingin berteman dengan mu bersikaplah yang maniss” aku hanya tersenyum garing membaca nya.

Sudah hampir 1 minggu Rania tidak mengusik hidup ku lagi, mungkin dia lelah dengan sikapku atau mungkin dia sedang asyik pacaran seperti mahasiswa lainnya. Malam ini seperti biasa aku ke caffe langganan ku di daerah Braga, bertemu dengan kenalan ku bang Dicky pemilik caffe itu. Ya caffe ini adalah akhir dari cerita cinta ku dengan Alika, menyedihkan. aku duduk di bar kopi dengan bang Dicky, tiba tiba musik berganti diawali petikan gitar yang memukau sendu, alunan lagu Avril Lavigne terdengar merdu penyanyi tersebut sangat ahli memainkan gitar. Aku menikmati nyanyiannya. Sampai lagu itu habis dan di sambut tepukan tangan penonton. Wanita tersebut turun panggung berjalan melewati ku, dan tunggu! Dia Raniaa wanita aneh yg menghilang itu. Ku kejar dia.

“Raniaa tunggu”

“Ariff?”

“Kau penyanyi disini?”

“Bukan, hanya mengisi sebentar”

“Tadi sangat memukau”

“Terimakasih”

“Ayo aku antar pulang, bahaya cewe malam malam pulang sendiri”

“Mksihh”

Kita berdua jalan berdampingan, tak ada satu pun pembicaraan diantara kita aneh dia bukan Rania yang ku kenal dulu, bukannya dia dulu hobbi sekali mengoceh? 

“Kau tak mengoceh lagi Rania?”

“Untuk apa mengoceh aku takut kau lari”

“Tidaklah, maafkan sikap ku yang kemaren terkesan angkuhh maaf”

“tidak ada yang salah darimu”

“Okelah, besok ikut aku ya”

Entah, aku sangat berani mengajak wanita pergi. Sudah lama tak begini. Aku ingin bangkit dari masa laluku, aku tak mau terus besedih karena Alika. Semalaman ini aku tak kunjung tidur entah bayang wajah Rania menari nari di otak ku, suara lembut dia saat bernyanyi, petikan gitar nya, dan tawa lucu nya di jalan tadi. Dia menguras otak ku. 

Pagi ini, seperti biasa aku berangkat ke kampus. Materi yang kupelajari adalah pembahasan tentang warna, indah melihat warna warni cat seakan ceria sekali memandang nya entah kenapa aku jadi ingat awal bertemu Rania yang doyan ngomong seperti dunia nya yang sangat ceria. 3 jam lama nya membahas warna dengan dosen muda itu. Woahhh! Akhirnya selesai. Aku menunggu Rania di depan masjid kampus. Rania datang dengan dandanan santai dan tak satupun polesan diwajah nya, dia sederhana dan aku suka. Sengaja aku ajak Rania berkeliling kota Bandung, aku tau dia masih semester1 kota Bandung belum dia kuasai tidak seperti ku yang menginjak semester 4. 

“Kak Arif, cape ah”

“Nih minum” 

Ku lihat Rania begitu cantik, rambut lurus nya yang ia ikat terlihat berantakan jaket yang ia pakai terlihat padu dengan tas nya. 

“Kenapa sih ngliatin gituh, naksir ya?” Ledek dia

Aku hanya tertawa dan mengacak ngacak rambut nya “kalo iya kenapa” sambil melangkah meninggalkannya yang masih tertinggal dibelakang. 

“Kak Arif tunggu..” 

“Ada apa?”

“Ayo kejar aku..” 

Bahagia! Entah hari ini begitu berharga, kota Bandung seakan menjadi saksi aku dan Rania pernah tertawa bersama. Akhir akhir ini aku sering melamunkan Rania, sering telfon dengan rania padahal baru bertemu.dan ku beranikan diri untuk menembak nya harus,

Malam ini ku ajak dia ke caffe langganan ku, dia datang dengan gaun merah maroon dan rambut nya di urai panjang. Aku berniat untuk menembak nya malam ini, dia tersenyum sangat manis 

“Ran aku mau kamu jadi kekasih ku”

Wajah nya seakan tak percaya, aku genggam tangannya dan kucium tangannya “aku berkata jujur ran, aku tak pandai bersyair untuk mengungkapkan perasaan ini” air mata nya menetes dia memeluk ku sangat erat! “Aku tak butuh syair yang menerangkan perasaan mu Arif aku percaya kenyamanan yang kau beri tulus dari hati mu, dan ku juga sangattt menyanyangimu” 

Akhirnya.. ku miliki kau seutuh nya pelangiku, ku harap kau selama nya di sampingku. Dan Tunggu mengapa Rania memakai gaun merah maroon sama  seperti Alika dulu? Bukannya Rania terkenal tomboy? 

Bersambung..

Cinta & Rahasia 1

Aku membuka mata perlahan aku sadar lagi lagi ini mimpi, mimpi yang seakan tak henti. mimpi yang bercerita tentang cerita kita. Aku bangkit dari kasur ku berjalan menuju jendela, ku lihat hujan turun, mencabik bunga bunga yang ku tanam di pot pot kecil samping kosan ku, tatapan ku masih sendu menatap hujan yang seakan bercerita tentang tawa kita, masih ku ingat dulu saat hujan turun kita pasti berlomba lomba lari menuju rumah pohon yang kita buat dulu, menari bersama hujan. Tertawa tak henti dan kini hujan sedang mentertawai ku. Dan air mata ku menetes. 

Jarak Bandung-Jakarta memang tidaklah terlalu jauh tapi mengapa kau seakan hilang di negara lain. Kabar pun sulit ku terima, senyum mu yang dulu yang ku miliki memudar menghilang dari ingatanku. Aku membuat secangkir kopi, dan roti bakar coklat yang kubeli depan kosan. Jam kuliah pukul 09.00 dan ini masih pukul 07.35 aku masih santai, menggunakan kaos pendek dan celana pendek, rambut ku juga masih acak acakan. Ingin ku hubungi nomor mu tapi lagi lagi gengsi menghantui diriku. Aku takut ganggu kamu udah itu aja. aku mengetik pesan untuk ku kirim padamu “selamat pagi kekasihku” beberapa menit tak ada jawaban, sampai ku tinggal mandi pun tak ada jawaban. Apa dia benar benar sibuk? 

Aku berangkat ke kampus, dengan gaya santai ku, aku anak seni tubuh ku juga kurus rambut ku agak gondrong. Jarak ke kampus tidaklah jauh hanya menggunakan angkot satu kali saja sudah cukup. Sampai sudah ke kampus ku, aku biasa nongkrong dulu dengan sohib sohib ku mereka semua anak seni dan jauh lebih hebat dari ku. “Rif, gue lihat lo sumpek terus hidup lo why bro?” Aku tersenyum kecil mendengar obrolan yang tiba tiba menghasut hati. “Gue baik baik aja” jawab ku meninggalkan mereka. Aku benci mereka yang kepo tentang hidup ku. Biarkan aku merasa sakit ku sendiri, menahan rindu. 

Tepat 1 tahun aku hidup sunyi, sendiri tak ada warna di hidup ku. Aku duduk di caffe langganan ku menikmati alunan musik rock ala a7x, ya sendiri. Tibatiba seseorang tepat di hadapan ku, ku hirup aroma tubuh nyaa, dan ku tahu ini adalah aroma parfum kekasih ku Alika, aku lihat perlahan dan kulihat secara jelas dia benar benar Alika, rambut nya terurai panjang dengan gaun warna merah maroon, bibir nya yang tipis tersenyum sangat manis. Dia memeluk ku. Sangat erat! Aku hanya menahan tangis, rinduku terobati seakan warna pelangi itu kembali kehidupku. 

“rif, kamu kenapaa?”

Aku hanya tersenyum, mata nya berlinang air mata.

“Aku tidak apa apa ka”

“Maafkan akuu” ucapnya sambil menundukan kepala

“Minta maaf karena apa?”

“Rif, apa kamu bertahan dengan hubungan kita yang jarak jauh seperti ini? Aku tidak setiap saat disamping mu, aku tidak setiap saat menemani mu jalan aku..”

“Alika, aku selalu menikmati hari hari ku sendiri aku bersahabat baik dengan mimpi, mimpi seakan tahu aku rindu dia selalu menghadirkan kita pada bunga tidurku”

“Tapi rif, apa kamu tidak malu saat teman mu bertanya mana pacar mu lalu kamu jawab apa?”

“Kekasih ku sedang mencari ilmu, aku tidak peduli kamu jauh yang penting hati kita selalu dekat”

“Gak rif, gak bisaaa.. jarak bisa menjadikan cinta itu hilang rasa itu hilang, dan aku ingin kita putus, maafkan aku.”

Seketika hati ku antah berantah, ingin aku menangis tapi aku tak bisa menangis, kekasih yang kurindukan mentari yang ku banggakan kini hilang.. dan hujan turun dengan lebat seketika itu! 

Aku mencoba tidak bersahabat dengan mimpi, hari hari ku benar buram. Aku melukis senja ku yg buram tubuh ku seakan tambah kurus. Yg sengaja kututupi dengan jaket. Aku duduk sendiri di koridor ruang tempat lukis di kampus ku, seseorang menghampiriku. 

“Maaf anda Arif ? ”

“Iya ada apa”

“Saya Rania”

“Ada apa? ”

“Tidak ada apa apa, aku hanya ingin berkenalan dengan mu”

Tiba tiba aku mengingat kejadian ini sama persis saat ku pertama kali berkenalan dengan Alika. 

Bersambung..